Rabu, 07 Maret 2012

USAHA KELONTONG VERSUS PASAR MODERN

Ditengah persaingan ekonomi dewasa ini dan persaingan usaha antara pasar tradisional, warung, usaha kelontong dll dengan pasar modern seperti mini market, plaza dll...akan kelihatan sekali perbedaannya...nah begimana kalo warung yg jadi tumpuan hidup keluarga harus bersaing dengan pasar moder mini market atau swalayan yg dr tampilan saja sudah berkelas...nyaman dan bersih...berikut tips dan kiat umenciptakan persaingan dan menekan penurunan omzet bagi pemilik warung2 tradisional...
Terkait dengan pengaturan jarak antara lokasi usaha modern ritel dan tradisional, tentu hal tersebut adalah kewenangan pemerintah dalam memberikan izin terkait. Sehingga, yang perlu dilakukan adalah inovasi layanan dengan pengutamaan me-retensi kepuasan pelanggan yang telah loyal. Beberapa hal memang dapat dilakukan, namun perlu dikaji berkaitan dengan improvisasi bisnis yang akan dilakukan, di antaranya:

* Item produk jualan memang harus variatif, karena modern ritel memanfaatkan kelengkapan jumlah barang dagangan. Tentu tidak perlu selengkap modern market, kecuali terdapat modalitas yang cukup. Utamakan kebutuhan sembako (sembilan bahan pokok) menjadi bagian penting, karena merupakan kebutuhan dasar. Selain itu, air mineral galon dan gas menjadi sebuah kebutuhan dapur rutin serta berkelanjutan.

* Term pembayaran modern ritel adalah cash & carry, celah itu dapat dimanfaatkan secara fleksibel untuk menjalin relasi dagang pada skala pembelian yang besar untuk memberi konsumen jangka waktu pembayaran. Bisa memakai kredit 2-3 hari tergantung dari penilaian atas kapasitas bayar pelanggan.

* Lakukan pembukuan secara administratif sederhana, mencatat biaya pembelian, hasil penjualan harian termasuk biaya yang dipergunakan seperti transportasi, kebersihan, keamanan, dll. Sehingga, dengan demikian dapat diketahui berapa besar nilai pendapatan bersih atas penjualan. Kelebihan modern market adalah kekuatan sistem layanan termasuk pencatatan.
|
* Bentuk manfaat dari melakukan pencatatan serta pembukuan harian diatas adalah sebagai bukti pendukung transaksi. Khususnya dipergunakan bagi kepentingan permodalan yang difasilitasi oleh pihak perbankan, di mana pemerintah melakukan dukungan program melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

* Manfaatkan peluang untuk hantaran pembelian dengan kuantitas nilai tertentu, sistem delivery bisa dilakukan dengan pertimbangan jarak lokasi antar yang dekat, di mana hal tersebut memenuhi aspek kepraktisan konsumen golongan rumah tangga. Dengan begitu, maka perlu ada line telepon yang dapat dihubungi untuk order pesanan belanja.

Dalam hukum ekonomi, sisi penerimaan ditopang oleh kemampuan menekan biaya bahan baku serta memperbesar jumlah kuantitas unit barang terjual. Beberapa tips di atas merupakan langkah memperbesar jumlah konsumen.

Sementara itu berkaitan dengan efisiensi biaya bahan baku, maka beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:

* Mencari pasokan barang dagangan yang lebih murah, di mana sumber pembelian dengan harga yang kompetitif dapat membuat nilai harga jual lebih murah dan diterima dengan baik oleh konsumen.

* Melakukan pengaturan jadwal pembayaran kepada pemasok. Dalam hal ini maksud yang terpenting adalah melakukan pengelolaan cashflow, di mana akan ada jeda waktu antara penerimaan barang dengan pembayaran ke supplier. Sehingga, dapat mendukung perputaran produk untuk mendapatkan penghasilan terlebih dahulu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar