Minggu, 29 Januari 2012
Rabu, 25 Januari 2012
TIPS ANAK AMAN MAIN INTERNET
Pengaruh internet dan game online rasanya memang sudah ga bisa lagi kita membendung kedasyatannya. Dari anak kecil sampai dewasa hampir semua keranjingan yang namanya internet. Bahkan anak saya yang baru berusia 3 tahun saja sejak umur dua tahun sudah paham betul bagaimana meng”klik” Youtube dan menjelajah di dalamnya. Mulai dari lagu-lagu anak sampai pengenalan ABC dan warna.
Begitu pula dengan anak-anak usia sekolah, internet sudah tidak lagi asing untuk mereka. Dengan semakin menjamurnya warnet, semakin murah tarif internet modem maupun jaringan kabel membuat internet makan sehari-hari. Sebagai orang tua kadang kita juga merasa serba salah antara mengijinkan mereka dan atau membendung keinginan mereka.
Kalau menurut saya, dengan melarang mereka menggunakan internet jaman sekarang sama saja seperti menyuruh anak kita hidup seperti katak dalam tempurung, sedangkan anak SD jaman sekarang tugas sekolahnya banyak yang harus didapat melalui internet, mulai dari gambar-gambar rumah adat, hewan dan bencana alam bahkan sampai mencari tulisan-tulisan mengenai pahlawan nasional dan sebagainya. Satu-satunya jalan adalah mengontrolnya secara kontinu.
Ini ada beberapa saran menurut saya yang mungkin bisa dilakukan orang tua agar anak-anak kita bisa tetep bisa bermain internet secara aman :
MEMPERSIAPKAN ANAK MEMASUKI PENDIDIKAN TK
Memasukkan anak sekolah TK lebih awal tidak hanya melihat anak sudah mampu atau belum dalam segi intelektual tetapi juga harus melihat kematangan sosial dan emosional anak.
Anak yang sudah mempunyai kematangan sosial dan emosional akan memetik keuntungan jika lebih cepat dimasukkan ke sekolah juga dapat lebih mudah beradaptasi dengan baik.
Keputusan memasukkan sekolah anak lebih awal harus dipertimbangkan baik-baik berdasarkan individu masing-masing.
SAAT SI KECIL BERSIKAP BOSSY
Seringkali kita melihat anak kecil yang bersikap Bossy tanpa orangtuanya berusaha untuk mengubahnya. Akibatnya anak akan dijauhi oleh teman-temannya karena mereka merasa tidak nyaman dengan gaya bossy anak tersebut.
Gayanya yang sok mengatur teman-temannya, dengan berkacak pinggang memerintah teman-temannya untuk melakukan apa yang dia mau membuat teman-temannya tidak suka sehingga memilih menjauhinya.
Kalau hal itu dibiarkan terus menerus tentunya akan tidak bagus untuk perkembangan anak itu sendiri. Walaupun begitu orangtua tidak boleh sembarangan dalam mengatasi sikap bossy anaknya tersebut.
MENGATASI ANAK DOYAN JAJAN
“Maa…minta uang, Doni pingin beli es krim…!”
Mama Doni geleng-geleng kepala. Belum juga satu jam yang lalu dia minta dibelikan jajanan lain, sekarang minta lagi? Dalam sehari, Doni bisa minta uang jajan lebih dari 10 ribu. Bagaimana ini?
Kebiasaan anak suka jajan, sebetulnya adalah koreksi bagi orangtua, tentang pola asuhnya. Biasanya, kebiasaan anak suka jajan ini karena aturan dan tuntutan orangtua yang sangat rendah. Orangtua selalu menuruti setiap keinginan anak, hanya karena tidak ingin terganggu, tidak ingin anaknya menangis dan mengamuk, atau karena malu jika ribut di depan umum.
Hal itu diikuti pula oleh sikap acuh orangtua, dengan tidak memberikan pengertian dan arahan yang baik bagi mereka. Apalagi jika dari orangtua sendiri sering memberikan contoh yang kurang tepat, seperti sikap konsumtif misalnya. Tentu anak melihat dan akan lebih meniru gaya hidup yang demikian.
Lalu, bagaimana solusinya?
Langganan:
Postingan (Atom)




